Beranda || Tentang Kami || Filosofi || Kontak || Katalog
Setiap motif, setiap warna dan setiap tenunan mengandung makna merajut sejarah, kearifan lokal, dan identitas budaya dalam bentuk yang relevan untuk masa kini.
Lurik berasal dari kata larik, yang berarti garis-garis. Namun di balik pola sederhana itu, tersimpan makna yang dalam. Garis lurik melambangkan kesederhanaan, keteguhan, dan keteraturan hidup. Dalam budaya Jawa, lurik bukan hanya kain, melainkan cermin falsafah kehidupan: hidup yang selaras, seimbang, dan penuh makna.
Di Desa Tlingsing, tenun lurik dibuat dengan ketekunan dan kesabaran. Setiap helainya ditenun dengan tangan, menggambarkan keteguhan hati para pengrajin dalam menjaga warisan leluhur. Prosesnya yang penuh keteraturan mencerminkan nilai spiritual tentang ketekunan, keikhlasan, dan keselarasan dengan alam.
Lurik juga dipercaya sebagai simbol perlindungan, sebab dulu dikenakan oleh para leluhur sebagai bentuk penolak bala. Kini, lurik tampil sebagai identitas, sebagai pernyataan bahwa budaya tidak lekang oleh waktu ia tumbuh dan hidup bersama zaman.
“Menjaga keberlanjutan Warisan Budaya kain Tradisional Lurik Indonesia, sambil memberdayakan Ekonomi Lokal dan Menciptakan Produk berkualitas tinggi yang dipercayai oleh pelanggan sejak tahun 1950.”
Menjamin kualitas produk yang tak tertandingi sejak tahun 1950, menjadi pilihan utama pelanggan yang menghargai kain tradisional berkualitas.
Berinovasi secara terus menerus dalam pembuatan motif – motif kain lurik, menggabungkan tradisi dengan tren modern untuk tetap relevan di era saat ini. Dengan menggunakan alat-alat Tenun yang sudah Modern.
Mengangkat nilai-nilai budaya kain tradisional lurik Indonesia dengan penuh rasa hormat dan keberlanjutan.
Mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar pabrik dengan memberdayakan masyarakat lokal, terutama para wanita dan orang tua berumur / sesepuh